Cinta Dan Nafsu
Published by AKU SI MELANKOLIS SEMPURNAKAH? under on 00:48
Cinta merupakan makhluk sederhana yang terbentuk dari satu atau beberapa sel yang tidak dapat dilihat dengan kasat mata. Cinta pada dasarnya tidak mempunyai rasa. Rasa cinta itu adalah hati yang telah tercemar olehnya. Hati pun terasa tak normal oleh cinta. Ion-ion cinta yang telah larut mencemari hati dapat mengubah konsentrasi dalam pikiran manusia. Adanya rasa pada cinta di hati manusia akan menyebabkan kekeruhan pada diri manusia tersebut. Tetapi kekeruhan pada diri manusia dapat dipisahkan oleh Ayat-Ayat Tuhan penjaga alam semesta.
Nafsu adalah makhluk yang hidupnya menghisap makanan dari akhlak-akhlak dimana tempat ia bersemayam. Nafsu yang telah terlarut pada akhlak diri manusia akan mencemari hati manusia. Jika tingkat keimanan terlarut selalu rendah, maka jiwa pun terasa mati dan mungkin manusia tersebut akan terurai menjadi jasad-jasad yang berbau busuk.
Kehidupan di alam semesta raya memang sulit, karena matahari tak mampu memberikan kehangatannya sampai menembus dasar, sehingga cinta yang disemaikan oleh Ayat-Ayat Tuhan tidak semuanya berfotosintesis sempurna. Perjalanan akidah-akidah akhlak di udara pun berjalan lambat, sehingga nafsu dan cinta yang bercampur menjadi kendala bagi kehidupan manusia di dasar semesta.
Nafsu dan cinta berjalan beriringan. Perbedaannya begitu amat tipis,setipis helaian serat sutra. Oleh karena itu, jiwa-jiwa yang telah jenuh terhadap kebenaran akan terlihat adanya nafsu biru yang berbau. Hati mulai tercemar begitupun cinta. Jika cinta dan nafsu bersentuhan maka kepekatan nafsulah yang menang. Cahaya dan kehangatan mentari pun tak kan mampu memudarkannya…
To be continue................
Nafsu adalah makhluk yang hidupnya menghisap makanan dari akhlak-akhlak dimana tempat ia bersemayam. Nafsu yang telah terlarut pada akhlak diri manusia akan mencemari hati manusia. Jika tingkat keimanan terlarut selalu rendah, maka jiwa pun terasa mati dan mungkin manusia tersebut akan terurai menjadi jasad-jasad yang berbau busuk.
Kehidupan di alam semesta raya memang sulit, karena matahari tak mampu memberikan kehangatannya sampai menembus dasar, sehingga cinta yang disemaikan oleh Ayat-Ayat Tuhan tidak semuanya berfotosintesis sempurna. Perjalanan akidah-akidah akhlak di udara pun berjalan lambat, sehingga nafsu dan cinta yang bercampur menjadi kendala bagi kehidupan manusia di dasar semesta.
Nafsu dan cinta berjalan beriringan. Perbedaannya begitu amat tipis,setipis helaian serat sutra. Oleh karena itu, jiwa-jiwa yang telah jenuh terhadap kebenaran akan terlihat adanya nafsu biru yang berbau. Hati mulai tercemar begitupun cinta. Jika cinta dan nafsu bersentuhan maka kepekatan nafsulah yang menang. Cahaya dan kehangatan mentari pun tak kan mampu memudarkannya…
To be continue................






0 komentar:
Poskan Komentar